Langsung ke konten utama

PSS Sleman Target 3 Poin Di Kandang Persibat.




Pekan ke 4 Liga 2 akan bergulir akhir pekan ini. PSS Sleman akan bertandang ke Stadion Moch Sarengat , Batang pada Minggu 14/05/2017.

Di pekan ke 3 lalu PSS Sleman berhasil mengalahkan tamunya Persip Pekalongan dengan skor meyakinkan 4-0 tanpa balas. Begitu juga Persibat Batang juga berhasil menahan tuan rumah PSCS Cilacap dengan skor kaca mata.

Pada pertandingan melawan PSCS Cilacap , Persibat Batang menggunakan formasi dasar 4-3-3, dengan susunan pemain sebagai berikut :  Sendri Johan (GK) , Wahyu K , Tugi Hadi (C) , Arif B , Rasul Z , Wahyu S , Dado S , Rizky W , Muh Solikin, Ivan W dan Wisnu Wardani.

Di bawah asuhan pelatih Lukas Tumbuan , Persibat batang adalah tim yang memiliki gaya bermain mengandalkan kedua sayap mereka yang cepat , Ivan W di kiri dan Muh Solikin di kanan. Setiap proses serangan mereka akan melalui penetrasi kedua pemain ini.

Kedua sayap mereka mempunyai skill yang cukup bagus. Ketika mereka membawa bola mereka akan menggiring bola menyisir sisi pertahanan lawan yang akan di akhiri umpan crossing di area kotak pinalti. Namun , sesekali melakukan variasi serangan dengan melakukan drift ke kotak pinalti dan melakukan tembakan ke gawang.

Problem di tim Persibat berada di lini tengah, tiga gelandang mereka belum padu di tiga pertandingan awal liga. Persibat belum mempunyai jendral lini tengah yang bisa mengatur tempo dan membagi bola dengan baik. Permainan mereka lebih sering melakukan direct pass ke kedua sayap mereka.

Hal yang hampir sama di alami PSS di dua pertandingan awal liga. Walaupun demikian Persibat juga memiliki kartu as pada diri  Eki Nurhakim, striker yang berpengalaman di sepakbola nasioanal yang pada pertandingan terakhir tidak menjadi starting eleven.

Dengan telah kembalinya Busari dari cedera tentunya akan menjadi angin segar bagi lini tengah yang di isi oleh Dirga Lasut dan Arie Sandy. Hal yang sudah terbukti di pertandingan melawan Persip , lini tengah PSS lebih hidup dan lebih kreatif.



Tiga gelandang PSS,  Busari , Dirga dan Arie Sandy akan menjadi kunci di pertandingan ini. Peran vital akan di emban Arie Sandy sebagai breaker di lini tengah PSS. Sedikit catatan , Arie Sandy adalah pemain paling banyak melakukan tekel di laga melawan Persip dengan 10 kali. Arie Sandy juga merupakan pemain paling banyak melakukan passing dengan71 umpan danpass accuracy mencapai 91%.

Tentunya kecepatan kedua sayap PSS , Imam Bagus dan Rossi akan menjadi andalan. Di pertandingan sebelumnya penampilan kedua sayap PSS ini sangat impresif , terbukti keduanya ini mampu mencatatkan 15 kali crossing ke daerah penalti Persip  dan masing-masing mencatatkan 3 kali successfull dribble. Rossi berhasil mencetak dua gol dan 1 assist yang membantu kemenangan Laskar Sembada.

Di lini depan tentunya Riski akan menjadi ujung tombak utama PSS di laga ini. Pergerakan tanpa bolanya dan fungsinya sebagai tembok atau pemantul bola di lini depan PSS akan sangat merepotkan lini pertahanan Persibat.

Di lini belakang dengan dibawanya Jodi Kustiawan ke Batang menjadi angin segar sendiri bagi pertahanan PSS Sleman. Duet Waluyo dan Jodi tentu tak akan tergantikan. Walaupun pada match sebelumnya Zamzani berhasil menutup lubang yang ditinggalkan Jodi yang mengalami masalah dengan kebugarannya. Komunikasi antara Zamzani dan Waluyo masih kurang, terlihat dari beberapa kali jebakan offside yang diperagakan berhasil dilabuhi oleh pemain depan Persip Pekalongan.

Dari segi statistik mereka adalah duet yang serasi , Waluyo dengan memotong operannya dan Jodi dengan menang tarungnya. Keduanya akan di topang oleh Bagus Nirwanto dan Teddy Berlian di fullback kanan dan kiri. Sedikit catatan di laga melawan Persip, Teddy Berlian merupakan pemain dengan successfull dribbles paling banyak di antara pemain PSS lainnya , yaitu dengan 4 kali.

Dari segi materi pemain dan form penampilan beberapa pertandingan terakhir,  tentu PSS akan sedikit di unggulkan di pertandingan ini. Jika skuat Super Elang Jawa mampu bermain impresif dan konsisten seperti di laga melawan Persip bukan hal yang mustahil menjungkalkan tim tuan rumah Persibat di hadapan publik mereka sendiri.
(Sumber : Sleman-football.com).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stadion Unik di Dunia

Perkembangan sepakbola sangat pesat, hal itu diwujudan semakin banyaknya stadion-stadion baru dibangun dengan teknologi tinggi dan arsitektur modern. Namun demikian, stadion-stadion lama, atau boleh dikatakan  sekedar lapangan sepakbola yang bernilai  sejarah dan unik, tidak serta merta dibongkar. Berikut  ini Stadion/Lapangan Sepakbola  yang unik yang ada di belahan penjuru dunia. 1.  Stadion Mengapung Marina Bay, Singapura. Stadion Mangapung ini berada di  Pantai Marina Singapura.  Kapasitas penonton sekitar 30.000 orang. Meskipun tidak ada klub resmi yang  menggunakan Stadion,  lapangan tersebut  ibarat panggung mengambang terbesar di dunia, yang dikerjakan oleh arsitek kelas dunia. Terdapat  enam tiang besar yang bertindak sebagai pondasi, dengan harapan  agar  Stadion mengapung ini tidak diayunkan oleh gelombang pantai. 2. Ottmard Hitzfield Stadium, Swiss. Stadion atau Lapangan sepakbola ini berada di Kota Gspon Swiss...

Integrasi Bangsa Lewat Sepakbola, Betapa Mahalnya !

(Foto : Tim Perseru Serui ada di Kepulauan Yapen, Papua) By : @yana_udiyatna. Berbicara Sepakbola Perseru Serui, tak ada bedanya dengan Persipura Jayapura. Berbicara Sepakbola Papua, secara tak langsung juga akan berbicara soal Integrasi Bangsa,  khususnya lewat Sepakbola. Pada suatu masa, sepakbola  Liga Indonesia pernah dibagi dalam Dua wilayah. Pernah pula dibagi dalam Tiga  Wilayah. Alasannya sangat sederhana, kondisi geografis Indonesia. Alasan yang lain,  sepakbola Indonesia 100% belum profesional. Karena belum profesional benar, ujung-ujungnya cari sponsor dan dukungan pendanaan sungguh teramat sulit. Agar pengeluaran bisa dihemat, PSSI  mengeluarkan keputusan pembagian wilayah. Setelah dicermati betul, pembagian wilayah ini dinilai tidak mendukung  upaya pemerintah dalam  Persatuan Bangsa. Liga Indonesia dalam format satu wilayah pun dilaksanakan lagi. Alasannya kali ini lebih bermakna, demi terjaganya integrasi bangsa. Apapun resikonya ! Adala...