Langsung ke konten utama

Emmanuel Adebayor dan Douglas Maicon ke Arema FC ?




Jor-joran mengontrak pemain asing bakal tersaji menjelang bergulirnya Liga 1. Setelah Persib Bandung menggaet Michael Essien, kini ganti Arema yang coba menarik pemain berkelas tinggi sebagai Marquee Player.

Radar Malang melaporkan, Arema FC tidak sepenuhnya membuang angan-angan ingin memiliki pemain kelas dunia atau marquee player. Tidak hanya ingin meniru Persib Bandung yang sudah mendatangkan Michael Essien, tapi peluang untuk mendatangkan marquee player terbuka lebar setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) membuat regulasi resmi.

Yakni setiap tim yang berlaga di Liga 1 berhak memiliki empat pemain asing. Satu di antaranya boleh diisi oleh marquee player. Nah, saat ini muncul sejumlah nama pemain kelas dunia yang dikait-kaitkan dengan Arema FC.

Di antaranya mantan pemain Arsenal Emmanuel Adebayor dan mantan pemain Inter Milan Douglas Maicon. Untuk Adebayor belakangan juga dikait-kaitkan dengan Bali United. Sedangkan Maicon dikait-kaitkan dengan Persija Jakarta.

Dilaporkan, agen dua pemain ini memang sedang bergerilya mencari tim yang cocok dan yang punya uang untuk merekrut mantan pemain bintang tersebut. Selain ke Bali United dan Persija, Arema FC masuk sebagai tim yang ditawari.

Keterangan sumber ini diperkuat pernyataan asisten pelatih Arema FC Joko ”Gethuk” Susilo yang menyatakan kalau timnya sudah ditawari tiga pemain marquee player. Hanya, Gethuk tidak mau menyebut tiga pemain ini. Bisa jadi tiga pemain di antaranya dua pemain tersebut. Apalagi, keduanya saat ini sedang free transfer  karena tidak mempunyai klub. Posisi keduanya juga pas dengan kekurangan Arema FC saat ini, yakni Adebayor berposisi striker dan Maicon pemain belakang.

Lalu, apakah Arema FC mempunyai uang untuk merekrut satu di antara dua pemain itu? Tentu yang bisa menjawab adalah manajemen Arema FC. Sebagai gambaran, Michael Essien direkrut Persib Bandung dengan taksiran harga sekitar Rp 11 miliar untuk satu tahun musim kompetisi. Ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, manajemen menyatakan kalau timnya masih memikirkan untuk bisa merekrut marquee player.

Sedangkan pelatih Arema Aji Santoso ketika dikonfirmasi kemarin (19/3) menyatakan, Arema FC tidak ingin berburu-buru dalam membeli marquee player. Saat ini, tim pelatih dan manajemen  terus berdiskusi agar pembelian pemain kelas dunia tersebut bisa berpengaruh kepada Arema FC, seperti prestasi dan pemasukan dari sisi bisnis. ”Kami masih berdiskusi, belum ada keputusan terkait marquee player,” kata pria asli Kepanjen ini.

Saat disinggung pemain seperti eks striker Arsenal Emmanuel Adebayor dan eks Inter Milan Maicon, Aji enggan menyebut nama-nama pemain yang sudah masuk incaran. ”Belum ada keputusan, ya semua nama itu pemain kelas dunia,” kata Aji yang dikaruniai lima anak ini.

Dia menekankan perekrutan pemain kelas dunia itu harus sesuai dengan kebutuhan tim, seperti dari biaya hingga kebutuhan di susunan pemain. ”Kami tetap memerlukan pemain tersebut, tapi tetap harus menyesuaikan dengan kebutuhan tim, tidak boleh asal begitu saja,” imbuh pelatih yang pernah bermain di Arema dan Persebaya ini.

Mantan pelatih Persela Lamongan itu melanjutkan, marquee player tidak hanya pemain kelas dunia, tapi juga harus mampu membuat stadion menjadi penuh. Sebab, penonton tertarik melihat permainan pemain kelas dunia. Hal itu bakal menguntungkan tim dari sisi bisnis. ”Selain memiliki kualitas yang bagus, marquee player harus bisa menarik perhatian penonton untuk datang ke stadion,” kata Aji.

Sebelum diberitakan, Arema FC tertarik merekrut marquee player. Wacana itu menguat setelah beredarnya regulasi Liga 1 yang setiap tim diperbolehkan memiliki empat pemain asing, yakni dua pemain asing non-Asia, satu pemain Asia, dan satu pemain marquee player (tidak wajib).

Saat ini Arema FC sudah memiliki tiga pemain asing yakni dua non-Asia yakni Esteban Vizcarra (Argentina) dan Arthur Cunha (Brasil). Dan satu pemain Asia, yakni Fellipe Bertoldo (Timor Leste). Dengan demikian, Arema FC hanya kurang satu pemain dengan kriteria marquee player. Pemain jenis tersebut adalah pemain kelas dunia yang pernah berlaga di Piala Dunia dan liga-liga top Eropa, seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia, dan Liga Jerman. Hanya, kepemilikan marquee player tidak wajib bagi tim. Selain itu, usia pemain dengan kriteria khusus ini tidak boleh melebihi 35 tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSS Sleman Target 3 Poin Di Kandang Persibat.

Pekan ke 4 Liga 2 akan bergulir akhir pekan ini. PSS Sleman akan bertandang ke Stadion Moch Sarengat , Batang pada Minggu 14/05/2017. Di pekan ke 3 lalu PSS Sleman berhasil mengalahkan tamunya Persip Pekalongan dengan skor meyakinkan 4-0 tanpa balas. Begitu juga Persibat Batang juga berhasil menahan tuan rumah PSCS Cilacap dengan skor kaca mata. Pada pertandingan melawan PSCS Cilacap , Persibat Batang menggunakan formasi dasar 4-3-3, dengan susunan pemain sebagai berikut :  Sendri Johan (GK) , Wahyu K , Tugi Hadi (C) , Arif B , Rasul Z , Wahyu S , Dado S , Rizky W , Muh Solikin, Ivan W dan Wisnu Wardani. Di bawah asuhan pelatih Lukas Tumbuan , Persibat batang adalah tim yang memiliki gaya bermain mengandalkan kedua sayap mereka yang cepat , Ivan W di kiri dan Muh Solikin di kanan. Setiap proses serangan mereka akan melalui penetrasi kedua pemain ini. Kedua sayap mereka mempunyai skill yang cukup bagus. Ketika mereka membawa bola mereka akan menggiring bola menyisir sisi pertahanan ...

Stadion Unik di Dunia

Perkembangan sepakbola sangat pesat, hal itu diwujudan semakin banyaknya stadion-stadion baru dibangun dengan teknologi tinggi dan arsitektur modern. Namun demikian, stadion-stadion lama, atau boleh dikatakan  sekedar lapangan sepakbola yang bernilai  sejarah dan unik, tidak serta merta dibongkar. Berikut  ini Stadion/Lapangan Sepakbola  yang unik yang ada di belahan penjuru dunia. 1.  Stadion Mengapung Marina Bay, Singapura. Stadion Mangapung ini berada di  Pantai Marina Singapura.  Kapasitas penonton sekitar 30.000 orang. Meskipun tidak ada klub resmi yang  menggunakan Stadion,  lapangan tersebut  ibarat panggung mengambang terbesar di dunia, yang dikerjakan oleh arsitek kelas dunia. Terdapat  enam tiang besar yang bertindak sebagai pondasi, dengan harapan  agar  Stadion mengapung ini tidak diayunkan oleh gelombang pantai. 2. Ottmard Hitzfield Stadium, Swiss. Stadion atau Lapangan sepakbola ini berada di Kota Gspon Swiss...

Integrasi Bangsa Lewat Sepakbola, Betapa Mahalnya !

(Foto : Tim Perseru Serui ada di Kepulauan Yapen, Papua) By : @yana_udiyatna. Berbicara Sepakbola Perseru Serui, tak ada bedanya dengan Persipura Jayapura. Berbicara Sepakbola Papua, secara tak langsung juga akan berbicara soal Integrasi Bangsa,  khususnya lewat Sepakbola. Pada suatu masa, sepakbola  Liga Indonesia pernah dibagi dalam Dua wilayah. Pernah pula dibagi dalam Tiga  Wilayah. Alasannya sangat sederhana, kondisi geografis Indonesia. Alasan yang lain,  sepakbola Indonesia 100% belum profesional. Karena belum profesional benar, ujung-ujungnya cari sponsor dan dukungan pendanaan sungguh teramat sulit. Agar pengeluaran bisa dihemat, PSSI  mengeluarkan keputusan pembagian wilayah. Setelah dicermati betul, pembagian wilayah ini dinilai tidak mendukung  upaya pemerintah dalam  Persatuan Bangsa. Liga Indonesia dalam format satu wilayah pun dilaksanakan lagi. Alasannya kali ini lebih bermakna, demi terjaganya integrasi bangsa. Apapun resikonya ! Adala...