Langsung ke konten utama

PSSI : Timnas U-22 masih butuh proses.



Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi menilai kekalahan timnas Indonesia dari Myanmar akan berdampak pada penilaian masyarakat, namun pihaknya tetap sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh Bagas Adi dan kawan-kawan.

"Pasti banyak yang marah dengan hasil ini. Tapi kami harus akui bahwa semuanya butuh proses. Yang jelas semangat pemain sudah terlihat," kata Edy Rahmayadi di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Menurut dia, untuk membangun sebuah tim tidak bisa dilakukan secara instan. Namun, harus melalui proses sesuai dengan tahapan yang dicanangkan oleh pelatih. Kondisi ini belum sepenuhnya berjalan di tubuh timnas Indonesia yang diasuh Luis Milla ini.

Pertandingan melawan Myanmar ini, kata dia, jika disesuaikan dengan rencana akan dilakukan pada 25 Maret. Namun, pertandingan internasional yang merupakan debut bagi pelatih asal Spanyol itu dimajukan dari jadwal yang telah direncanakan.

"Seharusnya memang bukan hari ini. Kondisi ini jelas ada konsekuensinya. Yang jelas, setelah pertandingan ini pasti akan ada evaluasi yang dilakukan pelatih," kata pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad itu.

Meski mengalami kekalahan 1-3 dari Myanmar, pihaknya sangat mengapresiasi semangat pemain muda Indonesia. Kekalahan ini diharapkan menjadi cambuk bagi Evan Dimas dan kawan-kawan untuk meraih hasil terbaik pada SEA Games 2017 Malaysia, Agustus nanti.

Timnas Indonesia pada pertandingan debut Luis Milla ini sebanarnya mampu unggul terlebih dahulu pada menit 21 lewat sundulan Ahmad Nurhadianto setelah mendapatkan umpan terukur dari Saddil Ramdani.

Mampu unggul, timnas langsung mendapatkan tekanan dari pemain Myanmar yang memiliki pengalaman bertandingan lebih banyak. Hasilnya, anak asuh Luis Milla ini kesulitan berkembang meski beberapa kali serangan melalui sayap kanan sering merepotkan Myanmar.

Memasuki babak kedua, timnas Indonesia memasukkan pemain naturalisasi Ezra Walian serta Evan Dimas untuk menggantikan Ahmad Nurhadianto dan Gian Zola dengan harapan pola serangan lebih terkontrol dibandingkan sebelumnya.

Hanya saja, bukan gol yang didapat namun timnas Indonesia justru kebobolan lagi dari pemain Myanmar.
(Sumber : Antara )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSS Sleman Target 3 Poin Di Kandang Persibat.

Pekan ke 4 Liga 2 akan bergulir akhir pekan ini. PSS Sleman akan bertandang ke Stadion Moch Sarengat , Batang pada Minggu 14/05/2017. Di pekan ke 3 lalu PSS Sleman berhasil mengalahkan tamunya Persip Pekalongan dengan skor meyakinkan 4-0 tanpa balas. Begitu juga Persibat Batang juga berhasil menahan tuan rumah PSCS Cilacap dengan skor kaca mata. Pada pertandingan melawan PSCS Cilacap , Persibat Batang menggunakan formasi dasar 4-3-3, dengan susunan pemain sebagai berikut :  Sendri Johan (GK) , Wahyu K , Tugi Hadi (C) , Arif B , Rasul Z , Wahyu S , Dado S , Rizky W , Muh Solikin, Ivan W dan Wisnu Wardani. Di bawah asuhan pelatih Lukas Tumbuan , Persibat batang adalah tim yang memiliki gaya bermain mengandalkan kedua sayap mereka yang cepat , Ivan W di kiri dan Muh Solikin di kanan. Setiap proses serangan mereka akan melalui penetrasi kedua pemain ini. Kedua sayap mereka mempunyai skill yang cukup bagus. Ketika mereka membawa bola mereka akan menggiring bola menyisir sisi pertahanan ...

Stadion Unik di Dunia

Perkembangan sepakbola sangat pesat, hal itu diwujudan semakin banyaknya stadion-stadion baru dibangun dengan teknologi tinggi dan arsitektur modern. Namun demikian, stadion-stadion lama, atau boleh dikatakan  sekedar lapangan sepakbola yang bernilai  sejarah dan unik, tidak serta merta dibongkar. Berikut  ini Stadion/Lapangan Sepakbola  yang unik yang ada di belahan penjuru dunia. 1.  Stadion Mengapung Marina Bay, Singapura. Stadion Mangapung ini berada di  Pantai Marina Singapura.  Kapasitas penonton sekitar 30.000 orang. Meskipun tidak ada klub resmi yang  menggunakan Stadion,  lapangan tersebut  ibarat panggung mengambang terbesar di dunia, yang dikerjakan oleh arsitek kelas dunia. Terdapat  enam tiang besar yang bertindak sebagai pondasi, dengan harapan  agar  Stadion mengapung ini tidak diayunkan oleh gelombang pantai. 2. Ottmard Hitzfield Stadium, Swiss. Stadion atau Lapangan sepakbola ini berada di Kota Gspon Swiss...

Integrasi Bangsa Lewat Sepakbola, Betapa Mahalnya !

(Foto : Tim Perseru Serui ada di Kepulauan Yapen, Papua) By : @yana_udiyatna. Berbicara Sepakbola Perseru Serui, tak ada bedanya dengan Persipura Jayapura. Berbicara Sepakbola Papua, secara tak langsung juga akan berbicara soal Integrasi Bangsa,  khususnya lewat Sepakbola. Pada suatu masa, sepakbola  Liga Indonesia pernah dibagi dalam Dua wilayah. Pernah pula dibagi dalam Tiga  Wilayah. Alasannya sangat sederhana, kondisi geografis Indonesia. Alasan yang lain,  sepakbola Indonesia 100% belum profesional. Karena belum profesional benar, ujung-ujungnya cari sponsor dan dukungan pendanaan sungguh teramat sulit. Agar pengeluaran bisa dihemat, PSSI  mengeluarkan keputusan pembagian wilayah. Setelah dicermati betul, pembagian wilayah ini dinilai tidak mendukung  upaya pemerintah dalam  Persatuan Bangsa. Liga Indonesia dalam format satu wilayah pun dilaksanakan lagi. Alasannya kali ini lebih bermakna, demi terjaganya integrasi bangsa. Apapun resikonya ! Adala...