Langsung ke konten utama

Timnas U-22 Jalani Pemusatan Latihan Lagi.

(Foto : sumber PSSI.org)

Luis Milla makin serius menangangi Timnas Indonesia U-22. Keseriusan ini diwujudkan dengan terus menerus melakukan Pemusatan Latihan. Beberapa kali Pemusatan Latihan (Puslat) dilakukan, termasuk diantaranya Puslat yang  dilaksanakan tanggal 7-9 Mei 2017 di Lapangan Karawaci Tangerang.

Apa yang dilakukan Luis Milla ini agar peak performance pemain Timnas U-22 selalu berada di level atas, sebelum terjun di event resmi Sea Gamea 2017 di Malaysia. Puslat ini masih dalam tahap mencari pemain yang pas untuk menempati posisi yang diinginkan Luis Milla.

Itulah sebabnya PSSI menerapkan semacam sistem promosi degradasi pada pemain. Pemain yang penampilannya menurun, akan diganti oleh pemain yang moncer di kompetisi Liga 1 yang saat ini  masih  bergulir. Salah satu contoh adalah, tidak dipanggilnya lagi Penyerang Ahmad Nur Hardianto dari Persela Lamongan. Luis Milla menggantinya dengan Penyerang dari Bali Unites, Yabes Roni.

Selain Yabes, Luis Milla juga memanggil Rezaldi Hehanusa dari Persija Jakarta, dan Marinus Mariyanto Wanewar dari Persipura Jayapura.


Inilah  26 Pemain yang dipanggil  mengikuti Puslat 7-9 Mei 2017.

Kiper:
Ravi Murdianto (PS TNI)
Mochamad Dicky Indrayana (Bali United)
Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan)
Satria Tama Hardianto (Persegres Gresik United)

Belakang:
Bagas Adi (Arema FC)
Ryuji Utomo (Persija)
Hansamu Yama Pranata (Barito Putera)
Andy Setyo (PS TNI)
Putu Gede (Bhayangkara FC)
Zalnando (Sriwijaya FC)
Ricky Fajrin (Bali United)
Nazar Nurzaidin (Barito Putera)
Rezaldi Hehanusa (Persija Jakarta)

Tengah:
Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC)
Asnawi Bahar Mangku Alam (PSM Makassar)
Evan Dimas (Bhayangkara FC)
Gian Zola (Persib Bandung)
Hanif Sjahbandi (Arema FC)
Nasir (Arema FC)
Saddil Ramdani (Persela Lamongan)
Miftahul Hamdi (Bali United)
Arsyad Yusgiantoro (Persegres Gresik United)
Febri Hariyadi (Persib Bandung)
Paolo Oktavianus Sitanggang (Barito Putera)

Depan:
Marinus Mariyanto (Persipura)
Yabes Roni (Bali United)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSS Sleman Target 3 Poin Di Kandang Persibat.

Pekan ke 4 Liga 2 akan bergulir akhir pekan ini. PSS Sleman akan bertandang ke Stadion Moch Sarengat , Batang pada Minggu 14/05/2017. Di pekan ke 3 lalu PSS Sleman berhasil mengalahkan tamunya Persip Pekalongan dengan skor meyakinkan 4-0 tanpa balas. Begitu juga Persibat Batang juga berhasil menahan tuan rumah PSCS Cilacap dengan skor kaca mata. Pada pertandingan melawan PSCS Cilacap , Persibat Batang menggunakan formasi dasar 4-3-3, dengan susunan pemain sebagai berikut :  Sendri Johan (GK) , Wahyu K , Tugi Hadi (C) , Arif B , Rasul Z , Wahyu S , Dado S , Rizky W , Muh Solikin, Ivan W dan Wisnu Wardani. Di bawah asuhan pelatih Lukas Tumbuan , Persibat batang adalah tim yang memiliki gaya bermain mengandalkan kedua sayap mereka yang cepat , Ivan W di kiri dan Muh Solikin di kanan. Setiap proses serangan mereka akan melalui penetrasi kedua pemain ini. Kedua sayap mereka mempunyai skill yang cukup bagus. Ketika mereka membawa bola mereka akan menggiring bola menyisir sisi pertahanan ...

Stadion Unik di Dunia

Perkembangan sepakbola sangat pesat, hal itu diwujudan semakin banyaknya stadion-stadion baru dibangun dengan teknologi tinggi dan arsitektur modern. Namun demikian, stadion-stadion lama, atau boleh dikatakan  sekedar lapangan sepakbola yang bernilai  sejarah dan unik, tidak serta merta dibongkar. Berikut  ini Stadion/Lapangan Sepakbola  yang unik yang ada di belahan penjuru dunia. 1.  Stadion Mengapung Marina Bay, Singapura. Stadion Mangapung ini berada di  Pantai Marina Singapura.  Kapasitas penonton sekitar 30.000 orang. Meskipun tidak ada klub resmi yang  menggunakan Stadion,  lapangan tersebut  ibarat panggung mengambang terbesar di dunia, yang dikerjakan oleh arsitek kelas dunia. Terdapat  enam tiang besar yang bertindak sebagai pondasi, dengan harapan  agar  Stadion mengapung ini tidak diayunkan oleh gelombang pantai. 2. Ottmard Hitzfield Stadium, Swiss. Stadion atau Lapangan sepakbola ini berada di Kota Gspon Swiss...

Integrasi Bangsa Lewat Sepakbola, Betapa Mahalnya !

(Foto : Tim Perseru Serui ada di Kepulauan Yapen, Papua) By : @yana_udiyatna. Berbicara Sepakbola Perseru Serui, tak ada bedanya dengan Persipura Jayapura. Berbicara Sepakbola Papua, secara tak langsung juga akan berbicara soal Integrasi Bangsa,  khususnya lewat Sepakbola. Pada suatu masa, sepakbola  Liga Indonesia pernah dibagi dalam Dua wilayah. Pernah pula dibagi dalam Tiga  Wilayah. Alasannya sangat sederhana, kondisi geografis Indonesia. Alasan yang lain,  sepakbola Indonesia 100% belum profesional. Karena belum profesional benar, ujung-ujungnya cari sponsor dan dukungan pendanaan sungguh teramat sulit. Agar pengeluaran bisa dihemat, PSSI  mengeluarkan keputusan pembagian wilayah. Setelah dicermati betul, pembagian wilayah ini dinilai tidak mendukung  upaya pemerintah dalam  Persatuan Bangsa. Liga Indonesia dalam format satu wilayah pun dilaksanakan lagi. Alasannya kali ini lebih bermakna, demi terjaganya integrasi bangsa. Apapun resikonya ! Adala...